Search

Perpustakaan Pribadi untuk Umum Dilengkapi dengan taman, gazebo dan arena bermain anak. Anak sekolah, mahasiswa, dan pegiat seni kerap berkunjung ke sini. Kami menunggu kehadiran anda! Alamat (Address) Jl. Nusa Indah VI No. 7 Jember 68118 Telepon: (0331) 482786 Jawa Timur - INDONESIA

Content

Tampilkan postingan dengan label Buah Karya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah Karya. Tampilkan semua postingan

Kampoeng Batja Di Metro TV

JEMBER - Kedatangan Menteri Pendidikan Nasional "Mas" Anis Baswedan, demikian beliau dipanggil oeh komunitas Taman Baca Masyarakat (TBM) Jember memberikan semangat bagi pegiat literasi untuk berkarya.

Sehari sebelumnya, Dirjen Pendidikan Nasional, Haris Iskandar, juga menyempatkan makan siang bersama di Kampoeng Batja, TBM peraih penghargaan terbaik tahun 2014 dari Mendiknas waktu itu, Muhammad Nuh DEA.

Dalam waktu pendek tersebut, Haris Iskandar juga disuguhi permainan perang panahan #JemparingGilig oleh anak-anak asuhan Archery Indonesia.

 

Baca selengkapnya »

Museum Literasi: Lomba Warkat Pos


Anda mungkin sekarang "sudah jadi orang". Ini adalah surat yang 15 tahun lalu ( 1995) mungkin Anda tulis untuk walikota Jember dalam sebuah Lomba Menulis Surat yg diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Membaca bekerja sama dengan PGRI-IPI dan Kantor Pos. Sebagian besar sudah tidak ketahuan dimana. Ini sebagian yg tersisa. Jika ada yg berminat bisa memilikinya untuk memorabilia, tentu saja ada konsekwensinya. Akan dimanfaatkan utk peningkatan fasilitas Kampoeng Batja.



Baca selengkapnya »

Elegi: Kancil Dibunuh

Sebuah puisi keroyokan oleh:
Supryadi Siregar Iswandi Bin Syamsudi Hadi Branom Thazir AL-farizhi • Yuniar Djafar Jelang Kemarau Iin Sulistia Taman Irfani Kaltim Hadijah Rachman Basis Bahtiar Hadijah Rachman Jannete Veronika Profit Sa'diyah Yulianto Utomo Edy Jo Budiman Devi Fitrah HOlidi Eko Wardhana Arifin Ipin • Nanda Rofiq
Kancil dibunuh!
Maka berita itu pun menggaung mengguncang media.
Iblis dan setan mana yang membuat hati membatu beku dan berdebu. Membuat nyawa tak lebih mahal dari segenggam pasir
Setelah 70 tahun merdeka dengan tumpahan darah
Layakkah nyawa ditukar pasir?
Tangan siapa berlumur darah, tanpa merasa salah
Siapa yang berpihak kepada yang kaya, tapi aniaya kepada yang papa
Nurani tergadaikan tersumbat keangkuhan
Yang seharusnya mengayomi membiarkan pembantaian
Dan kebenaran mulai diragukan
Saat kebenaran malu menampakkan diri dan uang berkuasa,
Keadilan menjadi buta dan nyawa pun tak ada artinya.
Segunung pasir itu kini memagar segunduk tanah mengubur debu
Kancil dibunuh!
Ini bukan cerita fabel
Bukan pula sebuah insiden rebel
Perih tercabik dalam tanya, siapa yang harus kami percaya?
Menuhankan materi membantai nurani
Dan kebencian yang merasuk hati anak negeri
Pertiwi berduka, kami berduka
Anak-anak dan isteri kehabisan air mata.
Nurani yang mati tak terkafani
Tak pernah bisa kita mengerti,
Di negeri mana aku berdiri!
Kancil dibunuh!
Keadilan tak boleh runtuh!
Baca selengkapnya »

Beli Kaos Kampoeng Batja

Sudah ke +Jember nggak mampir ke +KAMPOENG BATJA itu kayak ada yang kurang. Tapi asalkan dapat oleh-oleh suvenirnya lega!

Baca selengkapnya »

Puisi Keroyokan: Di Bawah Langit Semuanya Kecil

Aves Wahyu

Langit mendung
Ada gerimis di wajahmu

Imeylda Afyolanda


Aku adalah kau Yang menjelma biru langit
Langit luas
Sangat luas
Laksana luasnya mimpimu
Ada dalam jemariku


Poppy Kartohadiprodjo 

Langitku mendung
Hatiku gamang
Kucoba senyum riang

Iva Isidar Mithrim

Langit biru nan luas
Akankah mampu
Menampung kalbu
Nan tak terbatas

Arief Noor Hidayat 

Langitku menangis
Mungkinkan dia merasa miris
Melihat ulah manusia yang hatinya terkikis
Atau mungkin dia merasa terluka
Karena nafsu angkara manusia

Eva Eva 

Setiap hari
Selalu kupandang langit biru
Bila rasa rinduku
Datang terkenang .

Njess Akira-kira

Langit biru,
Awan Putih,
Terbentang indah
Lukisan Sang Kuasa

Irna Permanasari 

Langit yang megah Permintaanku sampaikah

Ani Rayyagunawan

Bila ku tatap langit Jauhnya engkau di sana Waduh gak kelihatan
Bagaimana suasana langit di tempat Bapak?
Ayo keluarkan puisinya.

Hardianto M Sipon 

Menatapmu sayu
Memandangmu lugu
Menembus batas sejuta ragu
Berhias bulan yang kini malu

Fuatuttaqwiyah El-adiba 

Langit berduka, kala manusia seenaknya,
Mengotori langit dengan sampah dunia.

Edy Jo 

Langit bukanlah bumi
Melangit bukan membumi
Kait asa di langit Jejak kaki di bumi

Esti Kunanti 

Langit...,
Meski banyak yang mengagumi biru indahmu,
Katakan!
Haruskah aku mempercayai warna birumu yang cuma semu?

Niken Utami Dewi 

Sesaat kumemandangmu
Ada tawa diwajahmu,semua ceria
Ketika kelabu hadir, semua lesu
Dan wajah hitam- mu hadir,
Seketika amarahmu menggelegar,
Murka seakan hendak kau telan dunia. Langit.....

Xk Ratna Xk 

Mendung membuat langit kusam
Mentari cerah tebarkan pesona  
Awan lirih langit membiru.
Semesta bertasbih saat pagi tiba

Amik Tuharyanti 

Sejauh ku menatap langit biru
Kulepas rasa rinduku  
Dan di langit
Kubayangkan wajahmu

Irfan Hidayat 

"Jangan suka melihat ke langit nak," kata kakek menasehati.
"Kenapa kek?" Tanya sang cucu.
"Kalau kau sering memandangi langit, para bidadari jadi malu turun ke bumi

Khoirul Mualimmah 

Langit yang kelam
Menyimpan cahaya dalam kenangan

Mey Jasmine 

Kilatmu pecahkan langit
Yang sedang menyapa samudera

Asa Firza 

Langitku selalu mengiriku  Dikala kulaju sepedaku


Wan Fauriza 

Masih ada asa itu, andaikan saja
Langit yang diatas kepalaku sama dengan yang menaungi mu 
Andaikan saja sama, kau boleh berharap juga meminta ku

Iffaa May 

Langitku tak lagi indah
Ronanya tak lagi pernah memerah
Birunya tak pernah lagi menyapaku
Jingganya tak pernah lagi menyapa
Hanya kelabu yang senantiasa membelenggu
Menggelamkanku dalam luasnya kepedihanmu

KaKaa 

Langit,  bersemburat mega
Dikala senja menyibak duka nan lara
Bangkitkan cita dan senandung suka
Langit, berselimut kabut ketika dingin merambah damaikan jiwa nyamankan sukma
Langit,
Pendekar cakrawala kapankah ku terbang?
Mengambil cita-cita yang ku gantungkan

Ita Surajaya 

Langit hatimu,
Ternyata menyimpan pelangi ketulusan yang pendarnya menjangkau jarak.
Teruslah bertasbih bersama bintang

Kam Bali 

Menatap langit, menembus cakrawala.
Menjemput asa melantun doa.
Seberkas harap akan ridhonya.
Akankah ada bahagia disana?.
Semua jadi rahasiaMU semata.

Atiek Tedjawati Koentjoro 

Janji langit yang tlah pupus

Fadlatuzzakia Fadla 

Disana ada wajah rembulan menangkan
Disana tempat gemintang berchaya tetap pada formasinya,
Membentuk rasi peta sang nelayan 
Disana tempat anak anak kecil berimaji menggantungkan cita cita
Malam ini aku memandang jauh disna menegadah
Mencari-cari wajahMu untuk sebuah jawaban
Tapi tak kutemui jawab atas semua takdir langitMu
Mungkin belum, entah

Noteh Februari 

Diatas langit masih ada langit
Pandangilah langit diatasmu
Jangan melihat terlalu tinggi
Agar bumi tidak kau lupakan

Ahmad Jauheri 

Langit itu luas
Maka luaskanlah kesabaran kita...
Langit itu biru Seperti air laut

Hirawati Hidayat 

Setelah hujan tadi 
Di langit ada pelangi
Warna – warni
Membuat senyumku kembali 

Siska W Kusumah 

Kutulis mimpi diatas langit
Meski sulit kugapai
Asaku tak pernah mati
Saat yang indah akan tiba pada waktunya

Charie Ayux 

Dan ternyata
Langit mampu
Membuatku tersenyum

Laras Wati 

Doa doa mengetuk pintu langit.
Tuhan..Tuhan.. banjiri kami dengan ilmu, kami hendak belajar.
Terkadang mendung 
Terkadang cerah Terkadang hujan Terkadang panas
Indahnya anugrah yang kau beri.

Rini S Imashuroh 

Langit
Terbentang luas
Tak terbatas laut
Kupicing kan mata 
Diujung pantai di dermaga tua
Sambil bertanya
Dimanakah batasnya laut dan langit

Ganda Purnama

Langitku juga langitmu,
kadang cerah kadang mendung
Tapi langitku belum ada badai, 
Semoga langitmu tak berbadai

Rosmaniar Kholid Abdullah 

Kukatakan kepada awan yang berarak dilangit atau kepada angin yang berhembus..
Ku titipkan ucapan selamat tinggal pada semua bentuk kesedihan,
Akan kupetik segugus bintang di langit berharap setiap keinginan menjadi do'a untuk meraih cinta

Ina T Syamsuri 

Saat kita berjarak dan kangen menyeruak
aku menatap langitmembayangkan
kau duduk menengadahmemandangi langit yang sama
Bola matamu tersenyum
Mengiringi senyummu yang menawan
Baca selengkapnya »

Puisi Keroyokan: Pang Ketipak Ketipung


budiman sang penanti pung ketipak ketipung suaran gendang bertalu-talu yang dipuja selalu disanjung sampai hilang rasa malu kakaa pung ketipak ketipung, hati resah dagang tak untung. pung ketipak ketipung, walau tak untung janganlah murung. pung ketipak ketipung, tetap senyum walau langit mendung. pung ketipak ketipung, senyumlah sayang tunjukkan lesung. siti ruwaida • pung ketipak ketipung berdendang dengan bidadari berkerudung menjibak kelam dan langit mendung jangan rundung menyulam tepung aku rindu bertemu kampung baca salam pung...ketipung ketipung aris rahman yusuf tak duk tak jantung berdetak kala mata saling bertatap fuatuttaqwiyah el-adiba pung ketipak ketipung, hati senang tiada jemu. melihat murid menghargai guru, mengucap terimakasih atas anugerah ilmu, penghilang masa depan semu rini s imashuroh pung ketipak ketipung suara gendang bertalu-talu janganlah bingung janganlah ragu mari kita tekadkan maju pungketipak ketipung bunyi perut bertalu-talu hati resah mulut tersenyum kantong kosong minta diisi poppy kartohadiprodjo pung ketipak ketipung suara gendang terdengar merdu tipung ketipak ketipung membuat riang gembira hatiku wan fauriza pung ketipak ketipung hilangkan resah yuk bersenandung xk ratna xk pung ketipak ketipung bunyi gendang membahana hati ini riang tapi tak tahu hendak kemana amik tuharyanti pung ketipak ketipung hati gundah janganlah murung pung ketipak ketipung mari bersama bersenandung mey jasmine pung ketipak ketipung jangan bikin hati bingung, pung ketipak ketipung hingga bikin aku jadi linglung heri kurniawan puk ketipak ketipung suara indah rebana lirih hening menyapa, rasa rindu menyiksa sukma edy jo pung, ketipak, ketipung nulis puisi tak rampung rampung hati jadi bingung karena ide tak tertampung iffaa may pung ketipak ketipung detak dentum jantung memburu ani rayyagunawan pung ketipak ketipung cek ecek ecek jeglur

Baca selengkapnya »

Tergesa-gesa

Arief Noor Hidayat

Tergesa-gesa membuat kita sering lupa
Tergesa-gesa menjadikan kita kurang waspada

Baca selengkapnya »

Kampoeng Batja

Didirikan oleh Iman Suligi, dibantu istrinya Gigih Rachwartini, merupakan perpustakaan yang dulunya dikelola atas nama Yayasan Indonesia Membaca (YIM) dan kini menjadi perpustakaan kebun dengan taman yang asri, gazebo yang teduh, dan arena bermain anak.

Banyak dikunjungi siswa sekolah, mahasiswa, guru-guru TK, hingga pegiat seni. Kami menanti kedatangan anda di alamat (address):

Jl. Nusa Indah VI No. 7 Jember 68118
Jawa Timur - INDONESIA

Telepon: (0331) 482786